Tersembunyi Di Balik Mitos Megah Museum Fatahillah

Jakarta adalah kota yang banyak gedung pencakar langit super mewah bangunan dihiasi, tapi di belakang kegemerlapannya ada juga bangunan tua yang berubah menjadi museum sejarah sebagai Museum Sejarah Jakarta, juga dikenal sebagai Museum Fatahillah. Museum ini adalah kursi dari administrasi pemerintah Belanda, tetapi di gedung ini juga ada penjara yang sering digunakan sebagai tempat untuk menghukum orang-orang Indonesia di masa lalu.

Mitos Museum Fatahillah

Bagi Anda di kota Depok, Yuk sewa bus pariwisata Jakarta dan di Depok untuk menemani Anda untuk melihat dan mengkonfirmasi langsung dengan mitos yang ada di Museum Fatahillah Jakarta.

Mitos cerita lengkap di Museum Fatahillah

sejarah gelap yang mengelilingi Museum Fatahillah membuat museum angker terkenal dan akhirnya mengangkat mitos yang berkaitan dengan peninggalan Belanda bangunan megah ini. Sebuah mitos di balik Fatahillah Museum megah?

 

Meriam Jika Jagur

Jagur pistol dianggap sebagai simbol kesuburan, bahkan wisatawan asing diharapkan sebagai mitos yang beredar. Mereka percaya untuk pasangan untuk siapa pun yang tidak memiliki bayi akan mendapatkan keturunan setelah kunjungan ke museum ini, dan bagi mereka yang masih lajang akan segera menemukan jodohnya.

 

Sifat yg penuh rahasia

sejarah hitam yang melekat pada museum ini memang bisa membuat rambut Anda berdiri di saat mengunjungi, terutama ketika di daerah penjara Fatahillah Museum. Ruang yang pernah digunakan untuk menampung orang-orang yang memberontak melawan Belanda adalah saksi bisu kekejaman pemerintah Belanda. Mayoritas diadakan dari Indonesia disiksa dan kelaparan hingga akhirnya mati. Insiden ini adalah ruang tahanan bawah tanah di museum adalah mistik tebal seperti yang sering mencium bau darah, suara mereka aneh seperti suara tangisan, munculnya sesosok bayangan hitam, dan juga wanita yang mengenakan pakaian khas Belanda.

 

Lonceng kematian

Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Belanda juga merupakan tempat eksekusi tahanan yang dianggap sebagai pemberontak. Sebelum tahanan dieksekusi sebelum pejabat pengadilan dan hakim, dikatakan ditandai oleh dering lonceng yang disebut lonceng. bel ini akan dibunyikan tiga kali, suara pertama berarti tahanan dibawa ke pengadilan, kedua berarti tahanan sudah di podium, dan ketiganya adalah tanda bahwa para tahanan sudah siap untuk menjalankan. Dan banyak yang mengatakan bahwa sampai saat itu lonceng kematian di Museum Fatahillah sering terdengar tiga kali selama malam.

Mitos-mitos yang telah dikembangkan di museum membuat banyak orang penasaran dan ingin berkunjung ke sana, bukan hanya wisatawan yang datang beramai-ramai dengan menggunakan bus. Bagi Anda yang tinggal di sekitar kota seperti Jakarta, Depok dan ingin mengunjungi lingkungan dari Museum Fatahillah juga dapat menggunakan bus. Anda hanya perlu menemukan sewa bus pariwisata di pendamping Travel Depok dipercaya di Museum Fatahillah.