Prinsip pengolahan warna untuk menghasilkan profesional Logo Perusahaan

Ada banyak aspek yang dapat menentukan kualitas dan keindahan desain. Tidak hanya kreativitas membuat gambar untuk ID card misalnya, proses atau seleksi diksi dan memaksakan hukuman. Salah satu elemen yang paling penting dari desain adalah pemilihan warna.

 

Warna bisa menjadi tema utama dari pencetakan yang paling menentukan diperoleh dalam desain keseluruhan. Hal ini tidak terlepas dari keterikatan makna tertentu dalam warna. Karena itu, ketika mereka ingin membuat desain, seperti warna logo perusahaan utama adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan. Tidak hanya desain logo perusahaan, alat desain dan bahan promosi seperti T-shirt, brosur, billboard dan gelang juga harus dipertimbangkan.

Oleh karena itu, seorang desainer grafis harus akrab dengan prinsip-prinsip penggunaan warna. Dengan membuat desain, pertama kita harus mengetahui prinsip-prinsip, filosofi dan budaya perusahaan klien. Jangan mengambil pilihan warna yang salah, membuat desain menjadi tidak sesuai dengan maksud dan tujuan.

 

divisi warna

Warna-warna yang dibagi menjadi tiga unsur warna. warna primer, yaitu warna warna sekunder dan tersier.

Warna primer adalah warna dasar yang akan menghasilkan warna lain bila dikombinasikan derivatif. Ada tiga warna primer yaitu merah, kuning dan biru.

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer. Misalnya, produk campuran oranye merah dan kuning. Merah dan biru menjadi ungu. Sementara produk hijau biru dan kuning.

Warna komplementer adalah campuran dari dua warna itu, bila dikombinasikan menghasilkan warna abu-abu skala, seperti hitam atau putih.

Arti dari warna primer

Setiap warna memiliki makna masing-masing. Berikut adalah beberapa contoh pentingnya penggunaan warna adalah sebagai berikut:

  1. Warna merah. Warna merah identik dengan berani, kuat, kegembiraan gairah juga.
  2. warna kuning. Didefinisikan sebagai kasih sayang, harapan, kreatif dan cerdas. Namun, di Indonesia ada juga warna kuning mengidentifikasi rasa sakit. Oleh karena itu, juga harus mengacu pada pemilihan warna dengan klien saat ini akan digunakan dalam logo atau desain, misalnya dalam desain barang Bangle Bracelet.
  3. Warna biru. Warna biru adalah sama dengan lebar, ketenangan dan profesionalisme. Warna biru, warna yang paling sering digunakan dalam logo perusahaan.

Ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam desain. Termasuk dalam pembuatan barang dalam acara perusahaan, seperti desain warna untuk syal, tiket gelang atau cangkir tiket diberikan kepada peserta.