Ternyata Selama ini Kita Salah Mengartikan Desain yang Informatif Lho!

 

Dalam membuat desain, seluruh aspek memang perlu diperhatikan. Hal ini meliputi aspek estetika, aspek muatan informasi, aspek tata bahasa, dan sebagainya. Sebuah desain juga haruslah mengandung pesan, baik itu pesan baru atau pesan tambahan yang mendukung objek yang didesain. Dengan demikian, desain dapat menjadi karya yang informatif.

Selain itu, apa sih sebenarnya maksud dari desain yang informatif? Berikut penjelasannya.

Representatif

Misalnya dalam mendesain sebuah logo perusahaan. Dalam tahap merancang, desainer tentu memerhatikan aspek historikal. Logo yang akan dibuat tentu harus memiliki makna dan representasi dari perusahaan tersebut. Dengan demikian, logo yang terbuat akan menjadi statement bagi perusahaan tersebut. Tak jarang dengan melihat logo, seseorang bisa mengetahui jenis perusahaan apa yang memiliki logo tersebut. Artinya, desainnya representatif.

Dapat Dipahami dengan Baik

Desain yang informatif adalah desain yang dapat dipahami dengan baik oleh semua orang. Membuat logo yang unik dan syarat akan makna, boleh-boleh saja. Akan tetapi, desainer perlu mencatat bahwa desain yang dibuatnya tersebut dapat dipahami. Bila tidak, maka jelas tidak akan ada informasi yang  didapat dari hasil logo yang dibuat tersebut. Logo perusahaan yang dibuat unik, berakhir meaningless karena tidak dapat dipahami.

Edukatif

Banyak para desainer melupakan ini. Sebuah desain yang informatif haruslah yang mampu mengedukasi bagi setiap orang yang melihatnya. Desain yang eduatif akan membuat orang yang melihat bertambah wawasannya. Dengan demikian, mendesain bukan hanya mementingkan aspek estetikanya saja, tetapi juga aspek informasi yang dibuat. Segala hal yang edukatif, pasti juga akan informatif.

Persuasif

Nah, ini menjadi pengertian akhir dari desain yang informatif. Dengan membuat desain yang persuasif, maka setiap orang akan tertarik untuk melihatnya. Dari sinilah mereka tergugah untuk memahami informasi yang ada. Sebaliknya, desain yang tidak memilii unsur persuasif akan ditinggalkan dan orang-orang tidak akan tertarik melihatnya. Akibatnya, tidak ada informasi yang didapat. Sama halnya juga ketika membuat logo perusahaan, aspek persuasif perlu diperhatikan agar customer dapat tertarik.

Begitu pentingnya membuat desain yang informatif membuat kita sadar bahwa mendesain tidak hanya sekadar asal-asalan. Segala aspek perlu diperhatikan agar menjadi satu infromasi yang utuh dan dapat dinikmati oleh setiap orang.