7 Hal Yang Tidak Boleh Dilupakan dalam Penataan Interior Dapur Minimalis

Penataan Interior Dapur Minimalis

Interior dapur minimalis kerap dipilih karena kepraktisannya yang cukup efektif. Hal itu juga semakin banyak digemari karena cocok dengan tren perumahan saat ini yang modern dan minimalis. Baik tinggal di apartemen atau di perumahan padat, menata ruangan dengan minim akan memaksimalkan bentuk rumah sehingga tidak ada sudut yang diabaikan. Tapi, gaya interior seperti ini sering disalah artikan dan berakhir dengan hilangnya elemen penting yang seharusnya tidak boleh dihilangkan.

Bagian Interior Dapur Minimalis yang Sering Terlupakan

Penataan Interior Dapur Minimalis

Menata dapur secara minimalis berarti mendesainnya secara efisien namun tetap efektif. Bila meniadakan fitur utamanya justru akan mempengaruhi fungsinya. Dapur bukan sekedar tempat memasak dan menyimpan makanan saja. Pengaturanya pun perlu diperhatikan agar dapat nyaman berada didalamnya. Berikut adalah beberapa hal yang sering terlewatkan saat mengatur penataan dapur minimalis.

1. Sirkulasi Udara yang Berfungsi Baik

Adanya ventilasi untuk mendukung pergantian udara dalam dapur penting untuk kesegaran dalam ruangan. Terutama setelah memasak makanan yang berbau tajam. Anda bisa mengeluarkan asap dan bau makanan dengan memasang exhaust fan tepat diatas kompor. Pilihan lain adalah menempatkan kompor dekat jendela agar tinggal membukanya saja.

2. Pencahayaan yang Sehat

Dapur tidak bisa diperlakukan seperti ruangan lainnya. Penerangan diarea memasak perlu perhatian ekstra agar kegiatan memasak bisa terlihat dengan baik. Sayang sekali jika sampai kegiatan memasak menjadi terganggu atau penataan kurang cantik hanya karena penerangan yang tidak maksimal. Peletakan lampu dibawah lemari dapur yang pas menerangi bagian counter adalah fitur yang sering terabaikan.

3. Tanaman yang Bisa Meresap Bau Tak Sedap

Jangan sepelekan adanya tanaman hijau di dapur minimalis. Warna hijaunya bisa jadi dekorasi segar bagi ruangan yang minim dekorasi. Selain itu, keberadaannya bisa meresap bau tak enak dan debu diudara. Letakan tanaman disudut aman agar tidak mempengaruhi area gerak dalam dapur.

4. Warna Minimalis yang Monoton

Desain minimalis bukan berarti harus setia dengan warna netral. Sentuhan nuansa mencolok seperti dengan penggunaan wallpaper motif berpola atau salah satu dinding dicat dengan warna merah bisa jadi variasi ekspresif.

Baca Juga : 11 Inspirasi Model Gorden Minimalis untuk Ruangan Rumah

5. Dekorasi Tanpa Fungsi

Untuk gaya minimalis yang memaksimalkan fungsi tentu berarti tiap item ada kegunaannya. Lukisan besar atau patung dan hiasan dinding yang hanya memenuhi dinding bisa dipindahkan kebagian lain dari rumah. Beda halnya bila lukisan menyembunyikan storage atau bisa dibuka jadi meja makan lipat.

6. Penataan Perangkat yang Kurang Efisien

Perhatihan unsur kitchen triangle dalam ruangan. Penempatan kompor, kulkas dan tempat cuci piring diletakan berdekatan karena paling sering dipakai saat memasak. Kalau posisi berjauhan walau ruangan tidak terlalu luas tetap saja jadi kurang efisien. Ketiga perangkat tersebut ditata terlebih dahulu sebelum menata hal lainnya.

7. Pemilihan Material yang Memaksa

Desain minimalis dengan perabotan besar nan klasik seperti material berat pualam, marmer atau kayu jati bisa jadi paduan yang dipaksakan. Oleh karena itu penting sekali memilih material yang cocok dengan gaya interior ruangan yang dimiliki. Walau cantik dan disukai pemilik rumah namun bila tidak cocok dengan keseluruhan konsep maka hindari memaksakan ide bila tidak sesuai.

Penataan interior dapur minimalis dapat dilakukan secara minim namun tanpa meninggalkan efisiensi. Tiap pilihan perabotan dan penataan item disesuaikan baik dari bentuk ruangan dan tentu selera pemilik rumahnya. Hindari meniadakan elemen penting dari ruangan bila fungsinya memang diperlukan.