Gunakan Storytelling Untuk Menjadi Merek Yang Tidak Bisa Hidup Tanpa Mereka

Gunakan Storytelling Untuk Menjadi Merek Yang Tidak Bisa Hidup Tanpa Mereka

Entah berkerumun di sekitar api unggun, mendengarkan cerita hantu yang menjadi kita dingin, maupun tertidur saat membayangkan raut muka goldilocks saat dia merasakan bubur yang tepat, banyak dari kenangan waktu kecil kita yang paling awal berpusat pada berkisah.

Sulit untuk diterangkan saat kami sejak mulai berkisah, tapi banyak pandai percaya bahwa berkisah lebih dulu dari bahasa tertulis. Mendongeng yakni yang mendefinisikan kita sebagai masyarakat; demikianlah trik kami menyatakan apa yang penting dari satu grup ke grup yang lainnya.

Jadi, tidak mengherankan bahwa pemasaran konten sudah mendapatkan keberhasilan layaknya itu memanfaatkan pengisahan cerita untuk menghasilkan merek-merek yang mengesankan yang tidak bisa ditinggali orang.

Ambil apple, contohnya. Dari hari-hari awal sebagai startup yang berjuang di garasi untuk bagian dominasi industri saat itu, apple selalu memiliki cerita yang hebat untuk menemani produk-produknya. Berkisah menjadikan apple manusia, & elemen manusia demikianlah yang beresonansi.

Jadi, gimana kamu memanfaatkan mendongeng untuk menjadi merek yang tidak mampu mereka jalani?

Berkisah yang sukses berarti membuat otentik
Saat berdialog tentang penceritaan merek, keaslian amat penting. Sedangkan cerita sesungguhnya memiliki ruang gerak kecil, cerita itu tidak mau beresonansi seandainya tidak berakar secara autentik dalam produk & industri kamu.

Konsumen bisa tahu apakah kamu tidak mengatakan yang sesungguhnya kepada mereka. Jangan pernah mengambil risiko berbohong kepada audiens kamu demi sebuah cerita yang cantik.

Jalan hidup

Mendongeng merek lebih dari sekadar sudut pemasaran; itu yakni makhluk hidup. Berkisah yang sukses mengharuskan kamu mengikuti merek kamu ke dalam campuran.

Jeep melaksanakan itu dengan bagus. Kampanye #myjeepstory mereka, diluncurkan pada tahun 2016 untuk merayakan ulang tahun ke-75 mereka, berakar pada pengalaman pelanggan-dan itu masih bergaung dengan audiensi. Media sosial dipadati dengan kisah-kisah pribadi dari pelanggan yang menggambarkan pengalaman mereka sendiri dengan merek.

Cerita jeep yakni trik hidup autentik yang sesuai dengan pelanggan sempurna mereka. & audiens mereka mau cerita itu.

Pilihlah nilai inti kamu

Siapa diri kamu sama berartinya dengan apa yang kamu lakukan. Itu lebih-lebih benar saat menyangkut konsumen milenial, demografis terbesar kedua dengan penghasilan yang bisa dibuang. Seandainya merek kamu mendukung pola pikir maupun sebab tertentu, sertakan dalam penceritaan kamu.

Apakah kamu mendukung inisiatif lokal? Lingkungan? Politik? Ingat, apa yang penting untuk kamu & merek kamu juga mau penting untuk konsumen yang berbagi nilai-nilai kamu.

Merangkul mereka dengan membangun alur cerita di sekitar aktivitas tersebut. Sebuah jasa penulis artikel yang merinci sumbangan bank santapan kamu baru-baru itu mau menawan untuk mereka yang fokus pada layanan masyarakat & mencari merek yang berorientasi layanan masyarakat untuk mendukung.

Jadilah dirimu sendiri

Kapan akhir kali kamu membaca statment misi merek menyediakan dukungan pelanggan tingkatan atas & berpikir, wow! Saya butuh orang-orang itu! ‚ÄĚtidak pernah, kan? Anda tidak sendiri. Statment umum yang berfokus pada layanan umum membosankan. Tidak ada yang mau mengingat perusahaan kamu seandainya kamu mengatakan hal yang sama dengan orang yang lainnya.

Tapi gimana seandainya sebuah bisnis mengatakan, kami benci ditahan, jadi kami tidak mau menahan kamu! Kami mau menelepon kamu kembali! Kamu mau ingat itu, bukan? Karena kamu segera mengidentifikasi diri dengan seseorang yang mengatakan, kami benci ditahan.

& koneksi itu datang hanya saat kamu mengabaikan karakter kamu bersinar.

Seandainya kamu terjebak dengan aspek karakter untuk ditekankan, mulailah dengan memikirkan kembali apa yang pertama kali menawan kamu ke industri/merek/produk kamu. Apakah kamu memiliki momen bola lampu? Bicara tentang itu. Kamu mau memiliki bagian terbaik dari merek kamu untuk membuat sorotan saat kamu bisa menjawab pertanyaan: mengapa kamu melaksanakan apa yang kamu lakukan?

Mendongeng untuk membangun merek memerlukan sedikit kreativitas. Menjadi cerita yang menawan untuk menyertakan pelanggan memerlukan latihan & waktu, tapi setelah kamu menguasainya, kamu mau kagum dengan hasilnya.

Mendongeng yang tepat mau beresonansi dengan audiens sempurna kamu. & kamu mau mendapatkan keterlibatan mereka meninggi saat mereka tertarik lebih dalam ke dalam cerita merek kamu. Mereka mau melaksanakan root untuk kamu layaknya halnya mereka mau membuat pahlawan dalam novel favorite mereka karena mereka berinvestasi pada siapa kamu & apa yang kamu wakili.

Tiap merek memiliki cerita yang layak dikisahkan. Apa milikmu?